cara tampil menarik
Self Development

Cara Tampil Menarik Dari Agent FBI Dan Helmy Yahya

Cara tampil menarik hati tidak berarti Anda harus tampil dengan gaya busana kekinian karena tampil menarik itu berarti Anda membuka diri untuk mudah bergaul dan berteman dengan siapa saja.

Kalau belajar cara tampil menarik dari selebiti, ini biasa saja, tetapi kalau belajar dari ex-agen FBi maka ini baru luar biasa.

Apa yang istimewa dari ex-agen FBi Pak Jack Schafer? Istimewa, sebab beliau membagikan ilmunya dari pengalaman-pengalamann beliau saat masih aktif di FBI.

Pak Jack Schafer, dari pengalamannya, menjadi orang yang bisa tampil menarik dan memperoleh simpati dari orang lain.

Dengan kata lain, Pak Jack bisa membuat orang nyaman berbicara lepas bahkan ekstremnya beliau bisa membuat “lawan” menjadi “kawan”.

Tahu sendiri dong gimana dunia “FBI” gitu lho.

Semua itu beliau ceritakan secara detail dalam buku beliau berjudul : “The Like Switch”.

Kali ini kita bahas beberapa ilmu yang bisa Anda praktekkan sekarang juga dari buku Pak Jack dan juga nanti ada dari tips dahsyat dari “Bang Helmy Yahya.”

Kita mulai pembahasan terlebih dulu dengan “Sinyal Pertemanan” sebagai cara tampil menarik yang dibeberkan oleh Pak Jack.

“SINYAL PERTEMANAN”

Apa sebenarnya sinyal pertemanan? Sinyal ini merupakan bahasa nonverbal yang dapat Anda gunakan untuk meningkatkan kemungkinan orang lain memperhatikan Anda secara positif.

Sebenarnya, ada banyak sinyal pertemanan untuk Anda pilih, tapi untuk kemudahan Anda bisa gunakan 3 (tiga) sinyal pertemanan berikut.

Dengan 3 sinyal ini, Anda bisa memberikan isyarat kepada orang lain bahwa Anda adalah orang yang menyenangkan dan layak menjadi teman.

Ketiga sinyal pertemanan itu adalah “Flash Alis, Senyuman dan Kepala Miring”.

1. Flash Alis

Flash alis adalah gerakan alis yang naik turun dan berlangsung cepat selama sekitar seperenam detik.

Kita gunakan saja istilah Pak Jack dengan menyebutnya sebagai “Flash Alis” biar mudah untuk diingat.

Sebagian Anda mungkin sering melakukan Flash Alis setiap hari bila Anda bertemu dengan teman-teman dekat Anda.

Flash Alis Anda otomatis akan aktif walau terkadang Anda tidak menyadarinya.

Biasanya, dua orang yang telah lama berteman dalam jarak lima hingga enam kaki akan saling mengirimkan sinyal Flash Alis sebagai bentuk komunikasi nonverbal pertanda mereka adalah kawan bukan musuh.

Bahkan tidak hanya itu, dua orang yang baru bertemu pun akan saling mengirimkan isyarat itu sebagai tanda bahwa mereka bersedia untuk berteman.

Bila Anda tak percaya, Anda bisa mulai sekarang memperhatikan bagaimana bila kedua orang bertemu untuk pertama kalinya di kantor atau lingkungan social lainnya.

Mereka akan menggunakan salam Flash Alis saat terjadi perkenalan yang memang terkadang sulit untuk diamati.

Oleh karena itu, lakukan Flash Alis dan latih agar Flash Alis Anda natural tidak malah justru menakutkan orang lain.

Bagaimana contoh Flash Alis, kurang lebihnya Anda bisa saksikan contoh di video berikut:

2. Senyuman

Tentu saja, tidak semua Flash Alis memberikan tanda pertemanan karena Anda bisa merasakan mana Flash Alis yang ramah dan malah yang justru menunjukkan kemarahan.

Lalu, apa isyarat pertemanan lain yang bisa menjadi sinyal keramahan Anda? Sinyal lain tersebut adalah senyuman.

Senyuman adalah sinyal pertemanan dan cara tampil menarik yang kuat karena senyuman mencerminkan rasa percaya diri, bahagia, antusias dan yang paling penting keterbukaan.

Selain itu, senyuman akan membuat tubuh Anda bekerja melepaskan hormon endorphin, hormon yang membuat Anda merasa nyaman.

Orang lain yang mau membalas senyum Anda juga akan mengeluarkan hormon endorphin yang berfungsi sama untuk membuat tubuh mereka merasa nyaman.

Namun demikian, satu satunya masalah pada senyuman adalah “senyuman palsu” dan ini bukan cara untuk tampil menarik.

Bila Anda hanya tersenyum palsu atau tersenyum karena terpaksa, itu pertanda bahwa Anda, atau orang lain dengan senyum palsu tersebut, tidak mau membuka diri alias tertarik untuk membuka pertemanan.

Oleh karena itu, senyum palsu hendaknya Anda hindari karena orang lain bisa tahu apakah senyum Anda itu asli dan tulus atau hanya sekedar senyum palsu belaka.

Banyaklah berlatih untuk tersenyum dengan senyuman yang asli dan tulus.

Kenapa harus banyak berlatih?

Sebab terkadang Anda tidak bisa memberikan senyum asli bukan karena Anda tidak mau berteman, tetapi karena Anda faktor lain yang mempengaruhi diri Anda, misalkan kelelahan, atau mood yang lagi buruk.

Kalau seperti itu keadaannya, tips untuk Anda adalah coba pikirkan saja momen bahagia Anda, perkuat momen tersebut biar Anda bisa berikan senyuman asli Anda yang tulus dan indah.

Semakin Anda Latih senyuman tulus Anda, semakin baik isyarat orang lain terhadap Anda yang kemudian bisa Anda gunakan sesuai keinginan Anda secara otomatis.

3. Kepala Miring

Memiringkan kepala sedikit ke kanan atau ke kiri merupakan pertanda lain bahwa Anda tidak datang dengan sikap mengancam.

Anda memiringkan kepala Anda, itu berarti Anda tidak hadir sebagai orang yang mengancam atau terasa diancam. Sebab, orang yang mengancam dan terancam tentu akan melindungi kepala dan leher mereka.

Dengan membuka dan agak memiringkan kepala Anda, sinyal terbaca adalah Anda orang yang dianggap lebih dapat dipercaya dan menarik.

Contoh memiringkan kepala juga Anda bisa lihat pada video diatas ya. Anda bisa lihat bahwa si ibu tidak duduk tegak dengan kepala lurus, tapi lebih cenderung membentuk sudut kemiringan.

PERNYATAAN EMPATIK

Setelah Anda paham benar perihal sinyal pertemanan lewat “Flash Alis, Senyum, dan Kepala Miring”, tahap selanjutnya adalah bagaimana Anda membuat kesan baik diawal.

Oleh karena, kesan baik diawal merupakan titik tumpu bagaimana Anda bisa tampil menarik di depan siapapun.

Pak Jack memberikan catatan penting di tahap ini untuk selalu Anda ingat, yaitu: “Jika Anda ingin orang lain menyukai Anda, maka buatlah mereka merasa nyaman dengan diri mereka sendiri.”

Untuk mencapai hal tersebut, Pak Jack memberikan rahasia dengan apa yang beliau istilah sebagai: PERNYATAAN EMPATIK

Dengan Pernyataan empatik, Anda memulai setiap percakapan Anda berdasarkan apa yang Anda lihat, rasa dan dengar dari orang yang Anda ajak bicara.

Untuk membangun pernyataan empati, Anda fokus untuk melihat dan merasakan apa yang membuat orang lain nyaman terhadap diri mereka sendiri dengan cermat.

Bagaimana contoh dan cara membangun pernyataan empatik itu?

Ada banyak cara untuk itu, tetapi rumus dasarnya adalah Anda memulai dengan menggali apa yang bisa membuat orang baru pertama bertemu dengan Anda menjadi nyaman.

Misalkan, Anda bertemu dengan orang yang menggunakan pakaian dengan ciri khas tertentu, maka Anda bisa membuat pernyataan empatik berdasarkan fakta tersebut.

Ilustrasi Pernyataan Empatik

Ambil contoh, Anda bertemu dengan orang menggunakan kaus band musik “Metallica”, maka Anda bisa memulai percakapan dengan pernyataan empatik.

“Halo Bung, sepertinya Anda pengemar Metallica”, ucap Anda saat membuat pernyataan empatik.

Bisa jadi teman bicara Anda akan bilang, “Oiya saya penggemar Metallica”, maka dari sini Anda bisa lanjutkan diskusi Anda.

Kalaupun teman bicara Anda bilang, “Oh bukan, ini kaus milik teman saya,” Anda tetap bisa melanjutkan percakapan.

Nah, bagaimana Anda membuat percakapan terus berlanjut…? Baca terus sampai habis artikel ini ya.

Namun sebelumnya, Anda harus bisa perhatikan bahwa setiap Anda membuat pernyataan empatik, maka hindari melakukan pengulangan terhadap setiap jawaban dari teman bicara Anda.

Contohnya, kita balik lagi kepada ilustrasi kaus “Metallica”.

Saat teman bicara Anda bilang, “Oiya saya penggemar Metallica”. Anda jangan sekali-kali menjawab dengan hanya sekedar mengulang ucapan, “Ooh… penggemar Metallica…”.

Pernyataan pengulangan seketika seperti itu hanya akan membuat teman bicara Anda merasa tidak nyaman.

Ingat kembali aturan bahwa jika Anda ingin orang lain menyukai Anda maka buatlah mereka merasa nyaman.

Nah, setelah itu, setelah Anda membuat pernyataan empatik, Anda lanjut dengan apa yang disebut dengan “Membangun Persamaan”

Hukum Persamaan

Kiranya patut untuk Anda sadari bahwa setiap orang bisa memiliki pandangan, sikap, hobi, dan aktivitas yang sama satu sama lain.

Itulah kenapa, ada komunitas, ada perkumpulan, ada orang-orang dengan minat dan ketertarikan yang sama saling membangun persahabatan.

Semua itu terjadi karena ada minat yang sama, pandangan yang sama, prinsip dan keyakinan yang sama. Inilah yang dimaksud dengan “Hukum Persamaan”.

Bila dua orang awalnya tak saling mengenal, tetapi kemudian bisa menemukan persamaan saat mereka berbicara, maka biasanya akan terjalin kedekatan.

Inilah cara Anda membangun rasa nyaman kepada teman bicara Anda dengan membangun Persamaan.

Oke, selanjutnya Pak Jack menambahkan bahwa untuk membangunPersamaan tersebut Anda bisa menggunakan taktik berikut:

#1 Pengalaman Kekinian

Pengalaman Kekinian adalah cara Anda membangun Hukum Kesamaan dengan orang yang baru Anda temui lewat saling berbagi minat/kesukaan atas hal yang sama.

Okelah, biar makin jelas kita ambil saja contoh yang ada dari buku Pak Jack. Misalkan saat Anda bertemu dengan orang yang menggunakan kemeja dengan logo Chicago White Sox.

Chicago White Sox

Chicago White Sox adalah tim bisbol profesional Amerika yang berbasis di Chicago, Illinois.

Jika, Anda juga penggemar White Sox maka Anda dan orang tersebut bisa berbagi minat dan ketertarikan perihal Chicago White Sox.

Anda bicara perihal apa yang Anda suka, dia suka, apa yang membuat Anda suka dan bagaimana dia juga suka, apa momen yang paling Anda suka saat menyaksikan pertandingan White Sox dan dia suka.

Dengan cara seperti itu, Anda telah membangun Hukum Kesamaan untuk membuat teman bicara Anda merasa nyaman dengan dirinya.

Kembali lagi pertanyaannya, bagaimana kalau ternyata dia penggemar White Sox dan Anda bukan penggemar White Sox?

Bagusnya, Anda memiliki wawasan yang luas perihal bisbol sehingga percakapan bisa terus berjalan karena Anda tahu siapa dan bagaimana “White Sox” meski Anda bukan fans mereka.

Atau paling tidak, Anda memiliki pengetahuan umum tentang bisbol lah, biar diskusi Anda bisa dilanjutkan ke pembicaraan bisbol.

Contohnya seperti percakapan berikut:

Amin : Hi Pak, saya Amin. Nama bapak?

Toto: Saya Pak Toto.

Amin : Jadi, Pak Toto penggemar White Sox (pernyataan empatik)

Toto : Yah, Saya telah menjadi penggemar White Sox sepanjang hidup saya.

Amin: Saya juga suka bisboll. (Tak paham “White Sox”, tapi alihkan ke tema umum)

Selanjutnya, Amin mengobservasi terus jawaban pak Toto, sampai dia bisa membangun Hukum Persamaan.

#2 Pengalaman Perwakilan

Cara lain membangun Hukum Persamaan adalah dengan menggunakan “Pengalaman Perwakilan”.

Dengan cara ini, Anda membangun persamaan lewat pengalaman perwakilan orang-orang dekat Anda: orang tua, paman, om, tante, saudara sepupu, ponakan, sahabat dan lain sebagainya untuk membangun kesamaan.

Pendekatan ini sangat efektik karena bisa jadi Anda cuma tahu pengalaman perwakilan Anda sedikit, tetapi dari situ Anda bisa menggali lebih dalam pengetahuan dari teman bicara Anda.

Biasanya, orang lain akan sangat nyaman bila mereka berbicara perihal apa yang mereka suka dan apa yang mereka lebih tahu. Bukan begitu?

Jadi, Anda gunakan pengalaman perwakilan Anda untuk kemudian mencari tahu lebih dalam dan membuat teman bicara Anda terus bercerita.

Seolah-olah, Anda memberikan dorongan awal kemudian biarkan teman bicara Anda bercerita dari situ Anda amati terus dan cari lagi kesamaan lainnya.

Contoh:

Amin : Hi Pak, saya Amin. Nama bapak?

Toto: Saya Pak Toto.

Amin: Pak Toto bekerja di Mana? Saya Bankir

Amin : Wah, sangat menarik…. (pernyataan empatik), Paman saya juga Bankir.

Sekali lagi, terus observasi setiap jawaban, hati-hati jangan hanya sekedar melakukan pengulangan tapi lakukan pengulangan, pernyataan, pertanyaan dengan tujuan untuk tetap buat mereka nyaman.

Baca juga: Rumus Agar Anda Tidak Kehabisan Bahan Pembicaraan

Namun, hindari untuk membuat-buat cerita karena orang lain bisa tahu kalau Anda berbohong.

#3 Pengalaman Waktu Tertentu

Cara ketiga untuk membangun Hukum Persamaan adalah dengan menggunakan strategi Pengalaman Waktu Tertentu.

Ada waktu tertentu dimana Anda dan teman bicara Anda memiliki kesamaan: sama-sama pernah sekolah di sekolah yang sama, pernah tinggal di daerah yang sama, atau sama-sama pernah mengalami kejadian yang sama dan lain sebagainya.

Hal-hal tersebut juga bisa Anda gunakan untuk membangun Hukum Kesamaan. Yang penting selalu Anda ingat : “Jika Anda ingin orang lain menyukai Anda, maka buatlah mereka merasa nyaman dengan diri mereka sendiri.”

Biarkan kesamaan terjalin oleh sebab kini, perwakilan atau waktu tertentu…

TIPS DAHSYAT BANG HELMY YAHYA

Baiklah, cara Anda membangun kesamaan harus di lakukan di awal sebagai “opener”.

Bang Helmy Yahya bilang bahwa Anda harus bisa memulai “opener” yang membuka ketertarikan orang kepada Anda untuk menjalin pertemanan

Ada cerita menarik dari Bang Helmi Yahya perihal opener tersebut yang bisa Anda simak dari video youtube beliau berikut ini:

Anda bisa langsung ke menit 5:50 perihal bagaimana Bang Helmy membangun opener tersebut.

Gimana? Cakep kan cerita dan tips dari Bang Helmi Yahya?

Bila Anda hadir dengan sinyal pertemanan, bisa membangun kesamaan maka Anda juga harus patuhi aturan “LOVE” biar Anda semakin menampilkan cara tampil menarik Anda.

LOVE

Love adalah singkatan dari “Listen, Observe, Vocalize, Empathize”. Berikut ini sedikit pembahasan perihal aturan “LOVE”

Aturan # 1: Listen (Mendengar)

Orang menyukai orang lain yang mau membiarkan mereka berbicara, terutama bila itu tentang diri mereka sendiri.

Oleh sebab itu, memberi seseorang kesempatan untuk berbicara dan Anda mendengarkan apa yang mereka katakan tanpa interupsi bisa membuat Anda tampil menarik dan selalu dinanti.

Hati-hati orang lain tersebut bisa tahu kalau Anda ternyata tidak mendengarkan, maka itu berikan isyarat nonverbal bahwa Anda mendengarkan.

Salah satunya, tentu saja kontak mata. Dengan kontak mata, Anda memberikan isyarat bahwa Anda mendengarkan mereka.

Meskipun Anda tidak perlu selalu menatap, pertahankan kontak mata dengan pembicara sekitar dua pertiga hingga tiga perempat dari waktu dia berbicara, begitu kata Pak Jack.

Aturan # 2: Observe (Mengamati)

Selama pembicaraan, amati orang lain apakah mereka tetap merasa nyaman?

Salah satu cara untuk selalu membuat orang yang Anda ajak bicara merasa nyaman adalah dengan memperhatikan dan mengobservasi diri Anda sendiri.

Kenapa Anda harus mengobservasi diri Anda sendiri? Oleh karena, perkataan Anda bisa membuat teman bicara Anda menjadi tidak nyaman.

Untuk itu, Anda harus mau untuk selalu melakukan observasi dengan langkah-langkah berikut:

1. Anda selalu mengamati dan menjaga agar kata-kata Anda yang akan gunakan tidak akan menyinggung perasaan teman bicara Anda,

2. Anda mengamati setiap reaksi teman bicara Anda saat Anda berbicara agar Anda tahu apakah mereka tetap merasa nyaman atau justru Anda telah membuat mereka tidak nyaman dengan perkataan Anda,

3. Bila ternyata reaksi mereka terlihat mulai tak nyaman, Anda jangan defensif, tetapi segeralah meminta maaf lalu mengganti kata-kata Anda.

Aturan # 3: Vocalize (Vokalisasi)

Tidak kalah pentingnya adalah bagaimana cara Anda mengucapkan sesuatu karena cara Anda berucap bisa membuat kesan berbeda di benak teman bicara Anda.

Yang menjadi penting adalah nada suara Anda, nada suara dapat menyampaikan pesan berbeda bila Anda tidak bisa menyesuaikan nada suara Anda.

Nada suara yang dalam dan rendah bisa jadi menunjukkan kesedihan, nada suara tinggi bisa jadi malah menunjukkan kemarahan atau kesombongan.

Demikian halnya dengan tempo atau kecepatan suara, Anda pun harus memperhatikannya saat Anda berbicara.

Berbicara cepat-cepat kadang memberikan ketidakjelasan atau ketergesaan untuk segera mengakhiri percakapan. Sebaliknya, bicara lambat dan pelan bisa jadi menandakan kurangnya minat Anda pada teman bicara Anda.

Oleh sebab itu, Anda juga harus memperhatikan vokalisasi Anda.

Baca juga: Teknik Berbicara Didepan Umum

Aturan # 4: Emphatize (Berempati)

Lagi-lagi Anda tidak boleh meninggalkan yang satu ini, Anda harus selalu berempati terhadap teman bicara Anda.

Apa pasal? Karena orang mengembangkan perasaan positif terhadap orang yang memahami apa yang mereka alami dan rasakan.

Dengan selalu berempati, Anda memenuhi kebutuhan orang lain untuk diakui dan dihargai. Hal ini membuat mereka merasa baik tentang diri mereka sendiri yang pada gilirannya membuat mereka merasa baik terhadap Anda.

Berikut ini adalah poin-poin yang harus Anda lakukan untuk selalu berempati:

1. Hindari berbicara tentang topik yang menimbulkan perasaan negatif sebab perasaan negatif membuat teman bicara Anda kurang menyukai Anda.

2. Jangan mengeluh tentang masalah Anda, keluarga Anda, apalagi masalah dunia. Setiap orang sudah punya banyak masalah hehehe…

3. Hati-hati untuk tidak berbicara yang tidak bermanfaat atau malah berlebihan tentang diri Anda sebab hal ini akan membuat teman bicara Anda bosan dan tidak nyaman.

4. Jaga emosi tidak tetap “Cool” jangan terlalu berapi-api agar tidak dianggap lebay oleh teman bicara Anda.

Kesimpulan Cara Tampil Menarik:

Anda ingin tahu cara tampil menarik tanpa harus berlebihan? Mudah bergaul dan berteman dengan siapa saja dimanapun Anda berada?

Perhatikan pendekatan psikologi yang telah disampaikan oleh Pak Jack sebagai cara tampil menarik Anda.

Gunakan 3 sinyal pertemanan: “Flash Alis, Senyum, dan Miring Kepala” sudah itu buat pernyatan empatik, hal ini bisa membuat Anda mudah untuk menjadi menarik dan mudah berteman.

Jangan lupa, Anda juga harus membangun Hukum Kesamaan lewat pengalaman kini, pengalaman perwakilan atau pengalaman sewaktu-waktu.

Hal penting yang harus selalu Anda jaga adalah: Buatlah selalu setiap orang merasa nyaman dengan Anda.

Bila itu sudah, Anda juga harus menjaga setiap komunikasi dengan siapapun juga dengan “LOVE”

Dengan “LOVE”, Anda selalu mau untuk mendengarkan, mengamati, mengatur cara Anda bertutur dan selalu berempati.

Semoga berkenan dan menambah wawasan kita semua…

Salam…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights