apa itu pemimpin
Management Skills

Apa itu Pemimpin Dan Cara Selalu Disayang

Apa itu pemimpin?

Apa itu pemimpin? Pertanyaan yang selalu seru untuk dijawab.

Pemimpin itu harus bisa menyayangi dan disayang orang. Dia harus dekat dengan orang yang dipimpinnya karena menjadi pemimpin hampir 85% tugasnya adalah me-manage orang melakukan eksekusi terhadap visi, rencana dan program kerja.

Biar bisa jadi pemimpin yang disayang orang berarti harus tahu ilmunya.

Ilmunya kembali kepada nilai dasar yang dilihat orang terhadap seorang pemimpin. Sebenarnya apa yang dinilai orang terhadap para pemimpinnya?

Trust

Tidak lain dan tidak bukan adalah “Trust”. Rasa percaya pada kepada Pemimpin tersebut.

Carlos Ghosn CEO Renault Nissan bilang bahwa pemimpin yang baik itu memiliki kemampuan untuk cepat “connect” dengan siapapun.

Anda harus bisa menarik orang dan tertarik dulu dengan orang agar Anda bisa memimpinnya. Begitu pesan dari Carlos Ghosn.

Konektivitas atau rasa sambung adalah emosi yang dirasakan orang lain terhadap seseorang sebagai tahap awal keputusan apakah dia patut memperoleh kepercayaan atau tidak.

Selanjutnya, bagaimana agar orang bisa memberikan “Trust”-nya kepada kita? Adakah karakter utama yang membuatnya lebih cepat?

Ibu Amy Cuddy, professor dan researcher dari Harvard Business School, memberikan jawaban bahwa ada 2 karakter yang dinilai orang saat pertama berinteraksi dengan kita.

Kedua karakter ini sangat tepat kita kaji karena memberikan kontribusi kepada Trust tidaknya orang kepada kita.

Dan, kedua karakter itu adalah kehangatan dan kompetensi.

Kehangatan Dan Kompetensi

Dua karakter tersebut, kehangatan dan kompetensi, akan selalu diperhatikan baik Anda dan saya kepada seseorang tertentu secara sadar atau tidak.

Coba deh, saat kita bertemu dengan seseorang kita pasti akan menilai apakah orang itu cukup hangat dan ramah kepada kita.

Kita akan bilang, “wah, orangnya ramah, orangnya baik, tampangnya saja yang seram, tapi begitu berbicara dia sangat ramah dan cepat paham apa maksud kita”.

Saat berjumpa dengan orang lainnya lagi mungkin kesan yang kita dapat adalah,”orangnya kaku, bicaranya terlalu tinggi, tidak murah senyum .“

Sudah itu, kita akan menilai karakter kedua.

Kompetensinya, “oke bapak ini ramah dan sangat mengerti maksud kita tapi sepertinya bapak ini punya maksud lain dan bukan dia orang yang tepat untuk membantu kita”.

Atau ,”ibu ini memang tampangnya tidak pernah senyum, tetapi kayaknya dia tulus dan orang tepat untuk membantu masalah kita”.

Beranjak dari hasil riset ini maka seorang pemimpin harus pandai untuk menyeimbangkan kedua karakter: kehangatan (keramahan) dan kompetensi.

Agar selalu disayang orang. Kita tentu akan mencari pemimpin yang ramah dan kompeten. Seimbang di kedua karakter tersebut bukan yang timpang.

Kita tidak mencari pemimpin ramah tanpa kompetensi karena nanti cuma dikasihani orang.

Juga, kita tidak mencari pemimpin kompeten tanpa keramahan karena nanti cuma bisa dibilang kok bisa dia jadi pemimpin.

Dan, kita juga tidak mencari pemimpin tanpa keramahan dan tanpa kompetensi karena nanti cuma bisa dikutuk orang. Kita tidak ingin seperti itu.

Oleh karena, kita cari yang seimbang. Ramah dan Kompeten.

Ada saja yang kurangnya dari seorang pemimpin bila kedua karakter ini tidak seimbang.

Kesimpulan Apa Itu Pemimpin

Sampailah pada kesimpulan jawaban atas apa itu pemimpin? Bahwa pemimpin harus punya kemampuan managerial, komunikasi, motivasi dan selalu tekun mengembangkan diri.

Lalu tambahkan lagi dengan:

  1. Percaya diri, optimis dan profesional tapi tetap rileks,
  2. Gunakan kedekatan dan paralanguage yang baik,
  3. Tampilkan bahasa tubuh pemimpin,
  4. Menjadi Pendengar yang baik,
  5. Bersimpati, dan
  6. Tulus memberikan senyum

Kehangatan (keramahan) dan kompentensi layaknya orang tua pada anaknya.

Semoga bisa  mencerminkan maksud dari tulisan kali ini. Teman-teman ada yang mau menambahkan mungkin?

Photo credit: Pixabay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights