cara merayu konsumen
Self Development

Rahasia Cara Merayu Konsumen Dengan Kata-Kata

Bagaimana cara merayu konsumen dan siapapun untuk mau mengikuti Anda cukup hanya dengan kata-kata?

Seorang motivator terkenal dunia, Anthony Robbins, bilang bahwa kuncinya bukan gimana cara agar orang itu membeli barang, jasa atau ide Anda.

Tetapi, kuncinya adalah bagaimana Anda bisa mengubah apa yang bisa mereka dapat dan rasa dari keadaan pikiran mereka saat memutuskan ikut pengaruh Anda.

Dengan demikian, keadaan pikiran seseorang adalah hal terpenting untuk Anda perhatikan dalam upaya Anda merayu mereka agar mau mengikuti Anda.

Kekuatan Kata-Kata

Kata-kata sebenarnya hanya sebagian kecil dari proses komunikasi. Ada bahasa tubuh yang juga selalu harus Anda perhatikan.

Namun demikian, beberapa kata memiliki kekuatan yang bisa Anda gunakan untuk merubah pikiran orang.

Berikut ini kata-kata yang memiliki kekuatan tersebut yang dijelaskan oleh Lior Suchard dalam bukunya yang berjudul: “Mind Reader”.

#1 “Nama

Apakah Anda mengetahui kata apa yang paling kuat dimuka bumi?

Menurut Pak Lior, kata itu adalah “nama”, yah nama dari orang yang sedang Anda ajak bicara untuk Anda pengaruhi biar mau nurut sama Anda.

Kenapa menyebut “nama” memiliki kekuatan?

Semua itu telah berlangsung dari sejak Anda bayi. Saat semua orang hanya memanggil nama Anda berulang-ulang,

Ayah, ibu, kakek, nenek, om, tante tiap kali ketemu, mereka pasti akan selalu memanggil-manggil Anda dengan “nama” Anda.

Mereka memanggil “nama” entah sekedar untuk mendapatkan perhatian Anda, membuat Anda tersenyum atau membuat Anda mau mendekat ke mereka.

Oleh karena itu, Anda menjadi sangat menyukai panggilan seseorang yang menyebut “nama” Anda.

Dan karena itu, Anda harus selalu mengingat nama dari orang yang Anda ajak bicara dan gunakan nama tersebut saat Anda berbicara.

Sekali lagi, penggunaan nama seseorang menjadi salah satu bentuk komunikasi persuasi yang efektik.

Oleh karena, nama seseorang merupakan kata paling indah yang didengar oleh orang yang Anda ajak bicara.

#2 Kata “Tolong” & “Terima Kasih”

Kata lainnya adalah kata “Tolong” dan “Terima Kasih”.

Seperti “nama” kata “tolong” dan ‘terima kasih” juga kata-kata yang selalu Anda dengar sedari kecil.

Dari kecil hingga umur Anda saat ini, Anda selalu ingat untuk mengucapkan tolong bila ingin sesuatu dan mengucapkan ‘terima kasih” setelahnya, bukan begitu?

Dengan demikian, Anda bisa ucapkan selalu kata-kata itu saat Anda sedang melakukan persuasi kepada orang lain, tolong jangan lupa ya.

#3 Kata “Karena”

Kata selanjutnya adalah kata “karena”.

Ini pun sama kuatnya, karena apa? Karena saya bilang begitu… hehehe…

Dari kecil sampai beranjak dewasa, sebagian besar dari Anda tentu selalu mendengar orang tua, paman, bibi, om, tante, entah siapapun itu selalu bilang begini dan begitu.

Ayah: Amin ayo duduk kalau lagi nonton TV

Amin: Emang kenapa yah?

Ayah: Karena nanti matanya bisa rusak

Amin: Okay

Ayah: Amin, ayo makan duduk

Amin: Emang kenapa kalau makan harus duduk

Ayah: Karena kalau duduk nanti pencernaan kamu tak bisa bekerja dengan baik.

Amin: Oh gitu… Emang kenapa kalau nga bisa kerja dengan baik

Ayah: Nanti makanannya nga bisa di serap sama tubuh karena tubuh kan butuh zat-zat dari makanan

Amin: Oh gitu….

Perhatikan, Anda selalu bertanya apa alasan dan kenapa begini dan begitu… Yang biasanya selalu dijawab dengan kata “karena…”

Dengan kata “karena”, Anda biasanya sudah tidak lagi mempertanyakan dan mau ikut apa yang Ayah Anda suruh.  Bukan begitu?

Ini sebab, kata “karena” sangat powerful karena dengan kata “karena” Anda biasa akan langsung menerima rayuan, bujukan dan perintah.

#4 Kata “Sekarang”

Kata penting selanjutnya adalah kata “sekarang”.

Sekali lagi, kata ini juga membawa Anda kembali ke masa kanak-kanak, ketika orang tua Anda biasa memberikan perintah kepada Anda untuk melakukannya “sekarang!”.

Amin: Bu, amin boleh nonton TV nga?

Ibu: Lho, kok baru selesai makan siang udah mau nonton TV aja?

Amin: Sebentar aja bu

Ibu: Kamu ada PR nga?

Amin: Ada si bu, tapi nanti ya abis nonton tv

Ibu: Oh, tidak tidak, Kamu harus kerjakan PR kamu dulu “Sekarang!”

Dengan demikian, kata “sekarang” mempresentasikan bahwa Amin harus segera mengerjakan PR-nya sekarang juga.

Selain itu, kata “sekarang” juga memberikan penegasan bahwa bahwa Amin harus segera melakukannya tanpa menunda lagi.

Bila Anda gunakan kata “sekarang”, orang yang mendengar seperti merasakan ada urgensi untuk untuk melakukan apa yang Anda perintahkan itu sekarang dan segera.

Coba deh, Anda bisa mulai perhatikan sekarang…

Betapa sering iklan di TV bilang bahwa produk mereka terbatas, harga naik besok sehingga Anda harus membeli produk mereka “Sekarang!”.

Dahsyat ya…!

#5 Kata “Bayangkan”

Kata “bayangkan” juga sangat istimewa dan Anda layak mengingatnya.

Rahasia yang tidak semua orang tahu adalah kekuatan dari kata “bayangkan”.

Bila Anda menggunakan kata “bayangkan”, itu berarti Anda meminta orang yang sedang Anda bujuk untuk memvisualisasikan apa yang Anda perintahkan di dalam pikiran mereka.

Lewat cara ini, apa yang Anda perintahkan menjadi sangat nyata dan berpindah dari yang awalnya merupakan permintaan Anda menjadi sesuatu yang mereka pikirkan sendiri.

Ini berarti, Anda tidak saja sedang merayu orang untuk mengikuti keinginan Anda, tetapi Anda juga telah membuat mereka merasa bahwa Anda tidak sedang merayu mereka.

Coba bayangkan bila Anda memiliki kesempatan mengendari mobil Ferrari seri terbaru, betapa Anda merasa nyaman duduk di bangku mobil mewah dengan kekuatan dahsyat itu….

Anda merasakan betapa Anda senang bisa menggengam stir mobil yang mantap berada dalam gengaman Anda karena Anda di dalam mobil yang membuat orang selalu melirik…

(Bukankan sekarang ini pikiran Anda sedang membayangkannya…??)

Asyiknya, Anda tidak harus selalu menggunakan kata “bayangkan” karena intinya Anda itu meminta mereka untuk menggunakan pikiran dan sense mereka untuk merasakan.

Sehingga, Andapun bisa menggunakan kata “sadari”, “rasakan”, “perhatikan” dsb, contoh:

Coba sadari dan perhatikan saat Anda mengendarai mobil ini, apa yang Anda rasa ketika Anda melihat orang-orang memandang pada Anda.

Apa yang Anda rasa saat Anda mengendarai mobil ini pada kecepatan 100km/jam. Mobil begitu stabil dan Anda pegang stir dengan mantap…

Pola Kalimat Hipnotis

Selain penggunaan kata-kata tersebut diatas, Anda pun bisa menggunakan beberapa pola kalimat hipnotis berikut.

Beberapa pola kalimat berikut sangat dahsyat dan bisa membantu Anda membujuk orang lain, tanpa orang tersebut sadar sedang Anda rayu.

Sumbernya merujuk kepada buku Pak Kevin Hogan: “The Psychology of Persuasion...”

#1 Pola Kalimat “Jangan”

Apakah Anda tahu kalau Anda bilang ke siapapun, “Hei Jangan baca kalimat ini..!” maka saat itu juga rasa penasaran orang itu semakin menggebu dan semakin tak kuasa untuk tidak membaca?

Coba perhatikan bagaimana reaksi anak kecil ketika Anda katakan, “Jangan pegang kuenya!”

Mereka malah memegang kue tersebut tanpa kuasa untuk tidak memegang?

Kenapa bisa terjadi seperti itu?

Nah, itu semua terjadi karena pikiran kita tidak bisa memproses atau membayangkan kata “jangan”.

Orang justru akan memproses kata yang mengikuti kata “jangan”.

Kalau Anda bilang, “jangan baca” ke Amin, si Amin malah baca karena dia makin penasaran.

Lain lagi, Anda ucap, “jangan tidur”, dia malah tidur.

Bisa juga, Anda bilang, “jangan sentuh’, eh malah disentuh!

Perhatikan, orang cenderung akan melakukan kata-kata yang mengikuti kata “jangan”.

Oleh karena itu, Anda dapat menggunakan kata “jangan” dalam pola kalimat untuk mempengaruhi orang lain tanpa mereka menyadarinya.

Berikut beberapa contohnya:

  • Jangan merasa Anda harus membeli produk ini hari ini,
  • Bapak jangan memutuskan sekarang,
  • Ibu jangan membayar sekarang…,

Maka yang mereka proses dalam pikiran mereka adalah kata membeli, memutuskan dan membayar sekarang.

Ini kekuatan dari kata “jangan” karena kekuatannya ini maka bila mau nasehatin orang lain, anak Anda, ataupun pasangan Anda stop pakai kata “jangan” sebab mereka akan memproses kata yang mengikuti kata “jangan”.

Kiranya bisa Anda gunakan secara bijaksana kata perintah “jangan” ini setelah Anda tahu kekuatannya.

#2 Pola Kalimat “Mungkin”

Kebanyakan orang tidak suka diperintah secara langsung. Mereka ingin memutuskan apapun dengan cara mereka sendiri

Oleh karena itu, pola penggunakan kalimat berikut sangat baik digunakan untuk merayu orang lain secara lembut dan efektif.

  • Bapak mungkin ingin mempertimbangkan untuk memiliki mobil baru Anda sekarang, atau
  • Ibu mungkin ingin membeli buku ini sekarang, atau
  • Mungkin Anda ingin memutuskan untuk membeli sekarang.

Jadi, bila Anda ingin agar orang lain melakukan perintah Anda, Anda bisa gunakan pola kalimat tersebut agar orang lain tak merasa diperintah.

#3 Pola Kalimat “Asumsi Kesetaraan”

Ini rahasia lho,

Bila Anda mau mengatakan bahwa orang yang Anda bujuk lebih tahu, lebih mengerti dan lebih paham daripada Anda,

Maka, mereka mau membuka pintu dan memberikan kepercayaan kepada Anda.

Dengan kata lain, Anda harus memberikan pengakuan kepada orang yang Anda bujuk bahwa mereka itu lebih paham dan mengerti tentang apapun.

Langsung saja kepada pola kalimat yang dibuat garis miring berikut, biar lebih jelas Anda memahaminya:

  • Bapak tentu sudah tahu bahwa bapak akan merasa lebih baik setelah berhenti merokok,
  • Sepertinya Ibu lebih mengerti bahwa ibu akan merasa lebih baik setelah membeli mobil ini,
  • Anda akan menyadari betapa cerdasnya Anda karena telah membeli buku ini,
  • Tentunya kamu lebih tahu, keputusan sekolah terbaik yang akan kamu ambil sekarang.

Perhatikan dengan pola kalimat tersebut, Anda meminta orang lain untuk berhenti merokok, membeli produk (mobil/buku) dan memutuskan hendak sekolah dimana, dengan cara halus.

Orang yang mendengarnya pun akan paham bahwa Anda tidak sedang mengatur mereka.

Sebab merekalah yang lebih paham dan mengerti perihal apa yang seharusnya mereka lakukan atas inisiatif mereka sendiri dan bukan karena terpaksa.

Silahkan, Anda tentunya lebih paham untuk menggunakan pola kalimat ini dan memberikan rayuan secara halus kepada orang lain.

#4 Pola Kalimat “Perintah Tersamar”

Hampir semua orang rasanya tidak suka diberitahu apa yang harus mereka lakukan. Mereka suka ‘jaim’ bila harus menerima penjelasan dari orang lain perihal apapun.

Sebab, mereka berpikir bahwa setiap ide hebat harusnya bersumber dari pengetahuan dan pengalaman mereka sendiri.

Bila Anda langsung memerintahkan mereka untuk membeli produk Anda atau mengikuti kemauan Anda maka mereka langsung berkeberatan.

Oleh karena itu, Anda bisa membuat rayuan Anda sedemikian rupa agar mereka mau setuju terhadap hal-hal yang bisa menimbulkan perdebatan dan keberatan mereka.

Bisa jadi orang merasa bahwa pendapat Anda itu salah dan mereka tidak setuju, tetapi dengan pola kalimat ini Anda membiarkan orang tersebut untuk merasakannya langsung.

Perhatikan pola kalimat yang bergaris miring berikut:

  • Saya tidak akan memberi tahu Anda bahwa komputer ini lebih cepat dari komputer lain biar Anda bisa mencobanya langsung setelah membeli,
  • atau, Saya tidak dapat memberi tahu Anda bahwa Toyota jauh lebih unggul dari mobil merek lain, Anda akan menyadarinya setelah Anda memiliki mobil ini,
  • Saya tidak akan mengatakan kalau televisi ini lebih unggul daripada televisi merek lain sebab Anda bisa dapatkan pengalaman tersebut langsung setelah membeli.

Dengan cara seperti itu, Anda telah merayu konsumen untuk membeli produk Anda secara halus dan tersamar, bukan begitu?

Merayu Konsumen Dengan Teknik “Pintar Bertanya” & “Proses 3 Langkah

Joe Vitale dalam bukunya: “Buying Trance” telah mengutip pernyataan dari Dave Lakhani, seorang penulis buku best seller, yang bilang bahwa salah satu cara efektif untuk persuasi adalah dengan mengajukan pertanyaan.

Semakin spesifik pertanyaan Anda, semakin tinggi kualitas informasi yang Anda dapat untuk membuat mereka bisa menerima Anda.

Oleh karena itu, Anda harus bisa mengajukan pertanyaan yang tepat tidak hanya sekedar pertanyaan yang hanya butuh jawaban “Tidak”.

Hindari pertanyaan tertutup yang dengan jawaban “Tidak” Anda sudah tidak bisa apa-apa lagi, contoh:

Apakah bapak mau untuk membeli sekarang? Tidak.. (selesai sudah pertanyaan Anda terjawab).

Mungkin ibu mau ikut beli sekarang? ? Tidak (selesai sudah, tidak ada pertanyaan lanjutan).

“Pintar Bertanya”

Jadi, buatlah pertanyaan yang bisa membuat mereka keluar dari zona mereka masuk ke dalam zona kedekatan dengan Anda, contoh:

  • Bagaimana cara ibu dalam membuat keputusan?
  • Apa yang membuat Anda berkesimpulan seperti itu?
  • Bolehkah Ibu ceritakan lebih banyak tentang itu?
  • Bisakah Anda menjelaskan itu kepada saya?

Seperti itulah, cara merayu konsumen atau orang lain yang Anda inginkan ikut Anda.

Dengan mengajukan pertanyaan terperinci, Anda bisa mendapatkan jawaban spesifik yang memberikan informasi tentang apa yang sebenarnya dipikirkan orang, bagaimana cara mereka memandang masa lalu, masa depan dan mengambil kesimpulan.

Ilustrasi “Pintar Bertanya”

Contoh berikut ini hanya ilustrasi saja untuk mempermudah pemahaman.

Amin dan Anda sedang berdiskusi periha keputusan untuk membeli mobi sebagai berikut:

Amin: Saya si suka mobilnya, tapi saya mau pikir-pikir dulu deh

Anda: Saya mengerti. Saya tidak ingin Anda putuskan sekarang dan sepertinya Anda benar-benar menginginkan mobil ini, bukan begitu

Amin: Iya seeh…

Anda: Apakah Anda butuh berpikir karena ada pertimbangan tertentu?

Amin: Iya seeh…

Anda: Bolehkan Anda ceritakan seperti apa pertimbangan tersebut?

Amin: Yah saya hanya butuh sedikit waktu.

Anda: Apakah karena masalah kehandalan mobil?

Amin: Mobil si okay…

Anda: Apakah Anda perlu solusi untuk pembiayaan?

Kira-kira seperti itu percakapan yang mungkin berkembang untuk mengekplorasi lebih jauh perihal apa yang membuat Amin masih mau pikir-pikir.

Saat Anda mengetahui apa yang menjadi masalah, Anda berada dalam posisi yang lebih baik untuk membuat mereka merasa nyaman.

Setelah itu, Anda masuk kedalam zona mereka untuk bergabung dengan mereka.

Begitu Anda sudah masuk, Anda bisa arahkan mereka ke dalam permintaan Anda.

Namun, hati-hati sebab Anda tidak boleh membangun ketidaksetujuan terhadap semua apa yang orang lain katakana.

Yang terbaik adalah Anda menerima pendapat mereka, setuju dengan pendapat mereka dan baru setelahnya Anda bisa mengarahkan mereka.

Oleh sebab itu, bagaimana Anda bisa mempengaruhi orang lain untuk ikut Anda juga bisa menggunakan strategi proses 3 (tiga) langkah.

Proses Tiga Langkah

Berikut ini contoh yang ditulis pak Joe vitale dalam bukunya yang berjudl: “Buying trance”

Anda bisa memahami bahwa strategi 3 (tiga) langkah adalah:

  1. Ketahuilah apa yang dipercaya oleh orang yang ingin Anda bujuk,
  2. Bangunlah persetujuan terhadap keyakinan mereka dan bergabunglah dengan keyakinan mereka itu,
  3. Arahkan keyakinan mereka ke dalam permintaan Anda.

Ilustrasi Proses Tiga Langkah:

Katakanlah Anda ingin orang yang Anda bujuk membeli produk Anda, yakni celana panjang.

Anda perlu menerapkan cara merayu konsumen dengan langkah-langkah berikut:

Langkah ke-1: Ketahui apa yang dia yakini saat ini tentang celana panjang?

Dia menyakini bahwa semua celana panjang itu sama. Pola pikir mereka saat ini adalah celana panjang yah celana panjang, tidak ada perbedaan antara satu dengan yang lain. Semua celana panjang sama.

Di langkah ini Anda bisa lebih banyak bertanya untuk mengekspolasi lebih banyak perihal kenapa mereka berkeyakinan seperti itu.

Anda bisa bertanya,”apakah bapak bisa ceritakan pengalaman bapak hingga sampai pada kesimpulan itu?”

Oleh sebab, Anda tidak bisa mengatakan bahwa keyakinan mereka itu salah.

Bila itu Anda lakukan, berarti cara merayu konsumen Anda salah.

Yang benar untuk Anda lakukan adalah menerima dan setuju dengan mereka.

Langkah ke-2: Setuju dengan mereka.

Gunakan pernyataan seperti, “Saya berpendapat semua celana panjang juga sama” atau “Tidak ada celana panjang yang berbeda.”

Dengan cara merayu konsumen seperti ini, Anda membangun hubungan baik dan Anda masuk ke zona mereka lalu bergabung dengan mereka.

Setelah itu, Anda bisa lanjut lagi ke langkah terakhir.

Langkah ke-3: Arahkan mereka ke permintaan Anda.

Anda bisa berkata kemudian, “Mengapa seseorang bilang kalau celana panjang ini beda? mengatakan celana ini berbeda? Inilah alasannya…..

Di dalam alasan, Anda bisa bercerita semua kelebihan perihal celana panjang Anda dan Anda sekarang berada dalam posisi lebih kuat karena Anda sudah berada dalam zona mereka.

Itulah cara merayu konsumen dan siapa saja yang ingin Anda bujuk untuk mengikuti permintaan Anda.

Kesimpulan

Oke para sahabatku, demikian artikel kali ini semoga memberikan wawasan baru untuk kita semua.

Kata dan pola kalimat tertentu memiliki kekuatan sebagai cara merayu konsumen dan orang lain agar mau mengikuti permintaan Anda.

Oleh sebab itu, Anda bisa memanfaatkannya sekarang juga.

Kata tersebut adalah kata:

  • “nama seseoarang”
  • “tolong” & “terima kasih”
  • “karena”
  • “sekarang”
  • “bayangkan

Anda pun bisa menggunakan beberapa pola kalimat persuasi berikut:

  • “Jangan”
  • “Mungkin”
  • “Asumsi Kesetaraan”
  • “Perintah Tersamar”

Dan terakhir, Anda bisa merayu seseorang bila Anda “pintar bertanya” dan mau menggunakan teknik “3 langkah”.

Satu pesan penting sekali lagi adalah, Anda hendaknya bisa tampil sebagai pribadi yang “Karismatik”, biar rayuan Anda menjadi bertambah kuat.

Anda bisa tampil layaknya seorang pemimpin Karismatik dengan membaca artikel lalu, silahkan bila Anda ingin membacanya juga ya.

Salam…

Baca Juga:

Image by Anastasia Gepp from Pixabay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights